Denpasar – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mendorong peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah plastik melalui pelatihan edukasi pengelolaan sampah dan kepedulian lingkungan di TPS3R Padangsambian, Denpasar, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat skema Mahasiswa Berdampak: Program Aksara Mahasiswa bertajuk Program Kelola Ekonomi Sirkular dan Ciptakan Nilai (KENCANA) melalui Teknologi Pengepresan Sampah Plastik di TPS3R Padangsambian.
Pelatihan yang berlangsung pukul 14.00–18.00 WITA tersebut melibatkan 46 peserta yang terdiri atas pengelola TPS3R Padangsambian dan Yowana Desa Adat Padangsambian. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dengan partisipasi aktif dan antusiasme peserta dalam mengikuti materi maupun praktik pengolahan sampah plastik. Pelaksanaan program ini melibatkan 20 mahasiswa Himpunan Mahasiswa Sumber Daya dan Pembelajaran (HM SDP) Undiksha Kampus Denpasar. Para mahasiswa berperan sebagai pelaksana kegiatan, mulai dari penyampaian edukasi hingga pendampingan praktik pengolahan sampah plastik.
Kegiatan tersebut berada di bawah bimbingan tim dosen yang diketuai Arina Zaida Ilma, S.Pd., Gr., M.Pd., dosen S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Undiksha. Tim turut diperkuat oleh Dr. Nyoman Dini Andiani, SST.Par., M.Par., dosen D4 Manajemen Perhotelan, Fakultas Ekonomi (FE) Undiksha, serta Chindytia, M.Pd., dosen S1 PGSD FIP Undiksha sebagai anggota.
Materi pelatihan dirancang secara aplikatif dengan menggabungkan edukasi dan praktik langsung. Peserta memperoleh kesempatan mempelajari pengoperasian mesin oven dan mesin pres untuk mengolah tutup botol plastik yang telah dicacah menjadi lembaran papan berukuran 65 cm × 41 cm × 3 cm. Hasil pengolahan tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan beragam produk fungsional dan dekoratif, seperti jam dinding, tempat pensil, serta berbagai jenis hiasan.
Ketua tim pengabdian, Arina Zaida Ilma, menjelaskan bahwa program KENCANA diarahkan untuk membangun kesadaran sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah plastik secara bertanggung jawab. Menurutnya, pendekatan ekonomi sirkular memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengubah sampah menjadi sumber daya yang memiliki nilai tambah.
“Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, melihat sampah plastik bukan hanya sebagai limbah, tetapi juga sebagai bahan yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Pemanfaatan teknologi pengepresan memungkinkan pengolahan sampah dikembangkan dalam skala yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru,” ungkapnya.
Respons positif juga disampaikan oleh peserta pelatihan. Gung Surya, perwakilan Yowana Desa Adat Padangsambian, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi generasi muda dalam memahami pentingnya pengelolaan sampah plastik. Ia juga mengajak pemuda untuk membangun pola pikir yang lebih peduli terhadap lingkungan dan mulai menerapkan kebiasaan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Pengelola TPS3R Padangsambian turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Pelatihan tersebut memberikan wawasan baru mengenai potensi pengolahan sampah plastik dalam skala rumahan serta strategi melibatkan generasi muda dalam upaya pengelolaan lingkungan. Pihak pengelola berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Melalui program KENCANA, Undiksha berupaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pengelola TPS3R, dan generasi muda desa adat dalam mengembangkan praktik ekonomi sirkular. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong pemanfaatan sampah plastik secara produktif, meningkatkan nilai ekonomi material yang sebelumnya tidak terpakai, serta mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih dan berkelanjutan di Padangsambian.








